Komersialisasi Hasil Perikanan

Provinsi Aceh kaya akan potensi sumber daya kelautan dan perikanan, dengan luas lautan Aceh mencapai 295.370 km2 terdiri dari 56.563 km2 perairan teritorial dan kepulauan dan 238.807 km2 berupa Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Dengan luasnya perairan Aceh, terdapat potensi besar dalam hasil tangkap ikan, dan produksi ikan beku menjadi solusi untuk menjaga kualitas ikan yang dijual ke berbagai pasar lokal dan pasar global, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia untuk itu PEMA membentuk unit bisnis KSO yang berfokus pada bisnis dagang perikanan, khususnya penjualan ikan beku (Frozen Fish).

Perlu diketahui KSO merupakan kerjasama operasi PT Pembangunan Aceh Perseroda dengan mitra lokal sebagai salah satu upaya untuk menambah PAD dari sektor perikanan Provinsi Aceh.

Informasi Lainnya

PEMA LAMI KSO Sukses Kirim Lobster Aceh Ke Wilayah Jawa

JAKARTA – Setelah berhasil menjalankan usahanya di sektor perikanan, kini PEMA LAMI KSO mencoba mengembangkan usahanya di bidang penjualan lobster dan berhasil melakukan trial perdananya melalui pengiriman Lobster ke

“Kami berharap PEMA tidak hanya menjadi penggerak ekonomi Aceh, tetapi juga menjadi model perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan”

Berita Lainnya

“Kami berharap PEMA tidak hanya menjadi penggerak ekonomi Aceh, tetapi juga menjadi model perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan”

Kabar Terbaru

PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

BANDA ACEH – Mengawali hari kerja pasca libur Idulfitri 1447 H, PT Pembangunan Aceh (PEMA) menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim di Kantor Pusat PT PEMA, Selasa (31/03/2026). Acara ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menandai dimulainya fase akselerasi kinerja perusahaan.

Direktur Utama PT Pembangunan Aceh, Mawardi Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun 2025 telah menjadi fase krusial bagi penguatan fundamental perusahaan. Fokus manajemen pada tahun sebelumnya adalah pembenahan internal, perbaikan tata kelola perusahaan (good corporate governance), serta penajaman arah portofolio bisnis agar lebih terukur dan berkelanjutan.

“Memasuki tahun 2026, fokus kami adalah optimalisasi dan akselerasi kinerja. Kami bertekad meningkatkan pendapatan perusahaan melalui pemanfaatan maksimal atas fondasi yang telah dibangun pada tahun sebelumnya,” ujar Mawardi Nur di hadapan para undangan.

Mawardi Nur merinci berbagai langkah strategis yang terus dijalankan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut meliputi pengembangan perdagangan kopi, peningkatan nilai komoditas sulfur, optimalisasi trading ikan, penjajakan potensi energi baru, serta penguatan pendapatan di kawasan KEK Arun.

“PT Pembangunan Aceh terus tumbuh dan berkembang berkat dukungan dan sinergi dari Bapak dan Ibu sekalian. Kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan efisiensi dan produktiverti di seluruh lini bisnis,” tambahnya.

Acara Halal Bihalal ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Aceh, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Pimpinan DPRA, Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), serta jajaran kepala dinas dan biro terkait. Hadir pula perwakilan dari sektor perbankan dan keuangan seperti BSI Aceh, Bank Aceh Syariah, dan BPRS Mustaqim Aceh, dan tamu undangan lainnya.

Selain aspek bisnis dan kinerja, momen Halal Bihalal ini juga digunakan sebagai ruang untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan sebagai keluarga besar PT Pembangunan Aceh (PEMA). Perusahaan juga menunjukkan kepedulian sosial dengan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang turut hadir.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial kita. Semoga santunan yang diberikan dapat membawa manfaat, kebahagiaan, serta menjadi penyemangat bagi mereka dan kita semua,” tutur Mawardi Nur.

Menutup sambutannya, Direktur Utama mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi demi kejayaan perusahaan dan daerah, sekaligus menyampaikan permintaan maaf lahir dan batin.

Informasi Lainnya