Sesuai Pergub No 50 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Aceh Kepada Perseroan Terbatas Pembangunan Aceh Tahun Anggaran 2021, tertuang dalam Pasal 1 ayat (1) dan (2), bahwa Pemilik Modal PT PEMA adalah Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Kepala Daerah (Gubernur) sebagai Perwakilan Pemilik Saham.

Galeri Foto

Muzakir Manaf

Gubernur Aceh

Jenjang Pendidikan

MIN Sampoyniet, Tahun 1971 – 1977 SMPN Idi, Tahun 1978 – 1981 SMUS Pase Sejaya Panton Labu, Tahun 1981 – 1984

Jenjang Karir

Panglima Gerakan Aceh Merdeka (2002 – 2005) Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) (2005 – 2016) Ketua Umum Partai Aceh (PA) (2007 – 2016) Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Aceh (2013 – 2016) Anggota Pasukan Gerakan Aceh Merdeka (1986 – 2005) Panglima Gerakan Aceh Merdeka wilayah Pase (1998 – 2002) Wakil Panglima Gerakan Aceh Merdeka (1998 – 2002) Wakil Gubernur Aceh Wakil Gubernur Aceh (2012 – 2016) Waliyul Ahdi Lembaga Wali Nanggroe Aceh (2022 – Sekarang) Gubernur Aceh (2025 -2030

Pelatihan dan Kursus

Setelah Mualem lulus SMA pada 1984, ia pernah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala sebelum kemudian memilih menjadi pejuang GAM.[3] Pada tahun 1986, Mualem berangkat ke Libya, di mana ia menerima pelatihan tempur bersama anggota GAM lainnya. Di Libya, ia sempat menjadi pengawal pribadi Muammar Khadafi.Menyusul tewasnya Panglima GAM Abdullah Syafi’i pada tahun 2002 dalam pertempuran dengan prajurit Tentara Nasional Indonesia, Muzakir Manaf ditunjuk menjadi Panglima Komando Pusat GAM.Setelah Perjanjian Helsinki, Mualem turun gunung. Ia kemudian menjabat sebagai ketua Komite Peralihan Aceh. Kemudian, ia menjadi salah satu pendiri Partai Gerakan Aceh Mandiri (atau Partai GAM, yang kemudian berganti nama menjadi Partai Aceh menyusul keluhan dari pemerintah pusat) dan menjadi ketua pertamanya.

Alamat

Kantor Gubernur Aceh Jl. Teuku Nyak Arief, Jeulingke, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh

Galeri Foto

Pengelolaan PEMA – PGE

Berdasarkan amanat UU Migas, pengelolaan Wilayah Kerja Migas kepada perusahaan daerah dapat dilakukan melalui kerjasama dengan mitraswasta. Dengan begitu, PT Pembangunan Aceh (Perseroda) telah menyiapkan

“Kami berharap PEMA tidak hanya menjadi penggerak ekonomi Aceh, tetapi juga menjadi model perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan”

Berita Lainnya

“Kami berharap PEMA tidak hanya menjadi penggerak ekonomi Aceh, tetapi juga menjadi model perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan”

Kabar Terbaru

PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

BANDA ACEH – Mengawali hari kerja pasca libur Idulfitri 1447 H, PT Pembangunan Aceh (PEMA) menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim di Kantor Pusat PT PEMA, Selasa (31/03/2026). Acara ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menandai dimulainya fase akselerasi kinerja perusahaan.

Direktur Utama PT Pembangunan Aceh, Mawardi Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun 2025 telah menjadi fase krusial bagi penguatan fundamental perusahaan. Fokus manajemen pada tahun sebelumnya adalah pembenahan internal, perbaikan tata kelola perusahaan (good corporate governance), serta penajaman arah portofolio bisnis agar lebih terukur dan berkelanjutan.

“Memasuki tahun 2026, fokus kami adalah optimalisasi dan akselerasi kinerja. Kami bertekad meningkatkan pendapatan perusahaan melalui pemanfaatan maksimal atas fondasi yang telah dibangun pada tahun sebelumnya,” ujar Mawardi Nur di hadapan para undangan.

Mawardi Nur merinci berbagai langkah strategis yang terus dijalankan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut meliputi pengembangan perdagangan kopi, peningkatan nilai komoditas sulfur, optimalisasi trading ikan, penjajakan potensi energi baru, serta penguatan pendapatan di kawasan KEK Arun.

“PT Pembangunan Aceh terus tumbuh dan berkembang berkat dukungan dan sinergi dari Bapak dan Ibu sekalian. Kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan efisiensi dan produktiverti di seluruh lini bisnis,” tambahnya.

Acara Halal Bihalal ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Aceh, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Pimpinan DPRA, Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), serta jajaran kepala dinas dan biro terkait. Hadir pula perwakilan dari sektor perbankan dan keuangan seperti BSI Aceh, Bank Aceh Syariah, dan BPRS Mustaqim Aceh, dan tamu undangan lainnya.

Selain aspek bisnis dan kinerja, momen Halal Bihalal ini juga digunakan sebagai ruang untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan sebagai keluarga besar PT Pembangunan Aceh (PEMA). Perusahaan juga menunjukkan kepedulian sosial dengan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang turut hadir.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial kita. Semoga santunan yang diberikan dapat membawa manfaat, kebahagiaan, serta menjadi penyemangat bagi mereka dan kita semua,” tutur Mawardi Nur.

Menutup sambutannya, Direktur Utama mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi demi kejayaan perusahaan dan daerah, sekaligus menyampaikan permintaan maaf lahir dan batin.

Informasi Lainnya

Dirut PT PEMA tinjau Pelabuhan Kuala Langsa

BANDA ACEH –  Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Ali Mulyagusdin melakukan kunjungan ke Pelabuhan Kuala Langsa untuk meninjau stokpile Sulfur dan melakukan pertemuan dengan