Alih Kelola Wilayah Kerja Blok B

Alih Kelola Wilayah Kerja B  Wilayah Kerja (WK)’B’ merupakan  wilayah  kerja  produksi  migas  paling produktif  di  provinsi  Aceh  sejak  1977  yang  di- operasikan pertama kali oleh Mobil Oil Indonesia.

Lebih dari 16 Trilion Cubic Feed (TCF) gas dan 700 juta barel kondensat telah diproduksi dari WK ‘B’, dari sejumlah lapangan besar, diantaranya South Arun Lhoksukon A dan D. 

Gas bumi yang diproduksikan dari WK B menjadi bahan baku utama pembuatan LNG (Liquefied Natural Gas) yang diproduksikan oleh PT Arun NGL untuk di ekspor ke negara pengguna yakni Jepang, Korea dan Taiwan. 

PEMA  selaku  Badan  Usaha  Milik  Aceh  (BUMA)  melalui  anak  usaha  yakni  PT  Pema  Global  Energi (PGE)  sebagai  Kontraktor  WK  ‘B’  yang  berlaku efektif  sejak  17  Mei  2021  hingga  17  Mei  2041 dengan luasan area kerja mencapai 1.309 km2. 

Dengan lapangan yang sudah mature menjadi tan- tangan bagi PT PGE untuk tetap beroperasi dan ber- produksi dengan menjaga tingkat keekonomian melalui serangkaian efisiensi dan optimasi, tanpa mengurangi aspek keselamatan operasi.

Informasi Lainnya

“Kami berharap PEMA tidak hanya menjadi penggerak ekonomi Aceh, tetapi juga menjadi model perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan”

Berita Lainnya

“Kami berharap PEMA tidak hanya menjadi penggerak ekonomi Aceh, tetapi juga menjadi model perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan”

Kabar Terbaru

PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

BANDA ACEH – Mengawali hari kerja pasca libur Idulfitri 1447 H, PT Pembangunan Aceh (PEMA) menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim di Kantor Pusat PT PEMA, Selasa (31/03/2026). Acara ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menandai dimulainya fase akselerasi kinerja perusahaan.

Direktur Utama PT Pembangunan Aceh, Mawardi Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun 2025 telah menjadi fase krusial bagi penguatan fundamental perusahaan. Fokus manajemen pada tahun sebelumnya adalah pembenahan internal, perbaikan tata kelola perusahaan (good corporate governance), serta penajaman arah portofolio bisnis agar lebih terukur dan berkelanjutan.

“Memasuki tahun 2026, fokus kami adalah optimalisasi dan akselerasi kinerja. Kami bertekad meningkatkan pendapatan perusahaan melalui pemanfaatan maksimal atas fondasi yang telah dibangun pada tahun sebelumnya,” ujar Mawardi Nur di hadapan para undangan.

Mawardi Nur merinci berbagai langkah strategis yang terus dijalankan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut meliputi pengembangan perdagangan kopi, peningkatan nilai komoditas sulfur, optimalisasi trading ikan, penjajakan potensi energi baru, serta penguatan pendapatan di kawasan KEK Arun.

“PT Pembangunan Aceh terus tumbuh dan berkembang berkat dukungan dan sinergi dari Bapak dan Ibu sekalian. Kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan efisiensi dan produktiverti di seluruh lini bisnis,” tambahnya.

Acara Halal Bihalal ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Aceh, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Pimpinan DPRA, Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), serta jajaran kepala dinas dan biro terkait. Hadir pula perwakilan dari sektor perbankan dan keuangan seperti BSI Aceh, Bank Aceh Syariah, dan BPRS Mustaqim Aceh, dan tamu undangan lainnya.

Selain aspek bisnis dan kinerja, momen Halal Bihalal ini juga digunakan sebagai ruang untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan sebagai keluarga besar PT Pembangunan Aceh (PEMA). Perusahaan juga menunjukkan kepedulian sosial dengan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang turut hadir.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial kita. Semoga santunan yang diberikan dapat membawa manfaat, kebahagiaan, serta menjadi penyemangat bagi mereka dan kita semua,” tutur Mawardi Nur.

Menutup sambutannya, Direktur Utama mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi demi kejayaan perusahaan dan daerah, sekaligus menyampaikan permintaan maaf lahir dan batin.

Informasi Lainnya

Dirut PT PEMA tinjau Pelabuhan Kuala Langsa

BANDA ACEH –  Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Ali Mulyagusdin melakukan kunjungan ke Pelabuhan Kuala Langsa untuk meninjau stokpile Sulfur dan melakukan pertemuan dengan